Sabtu, 08 Desember 2007

Renungan Tafsir 8 Des 2007

Sudah beberapa minggu ini, murid pengajian di rumahku bertambah satu, paling tidak aku jadi nggak sendirian lagi. Yang lebih istimewa, murid baru ini adalah seorang sahabat lama. Terus terang, pengajian jadi lebih berwarna... Semoga bisa ada sahabat-sahabat lain yang menyusul. Kudu diracunin dulu :)

Ibu Nana, guru kami meminta kita merenungi surat Al Hadid (57) sehubungan dengan nilai sedekah. Beberapa renungan aku coba tulis di sini supaya lebih mengingatkan diri sendiri, dan menguatkan niat untuk memanfaatkan waktu.

Mengisi absen... Sudah seminggu ini nggak mencatat Tausyiah Subuh karena sibuk dengan hal-hal baru setelah memutuskan untuk mulai memakai jilbabku. Alhamdulillah, seminggu berlalu dengan cukup baik berkat dukungan my dear husband, my luvly mom, my cheerful sis, dan sahabat2ku.

QS Al-Hadid 57:20
Ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

Masalah dunia ternyata hanya ini2 saja. Kalau kita tidak hati2 dengan keinginan2 kita,dalam firman-Nya, "Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik." (QS An-Nisaa' 4:14)

kesenangan palsu... karena memang akan hilang, maka Allah swt berfirman, "seperti hujan". Kalau sudah lama tidak hujan, kita semua sangat mengharapkan dia datang. Begitu hujan, sebentar saja kita menikmati dengan panen, terus timbul keinginan2 baru akan kesenangan yang lainnya. Begitu terus ... The circle of life

Begitulah indahnya dunia selayaknya kita nikmati dengan kehati-hatian, karena tidak ada yang milik kita sepenuhnya. Begitu pula dengan keinginan, jangan sampai membuat kita lalai dengan melupakan nilai keimanan dan ketakwaan dalam usaha kita, karena bagi-Nya itulah hal yang utama.

Dalam ayat berikutnya QS Al-Hadid 57:21
Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Tidak ada komentar: